29
Nov
12

Architectural Acoustic “auditorium of southeast asia bible seminary” – malang

Architectural Acoustics – Auditorium.  Selain untuk keperluan ibadah kebaktian, ruangan juga direncanakan untuk penampilan performa musik akustik seperti piano, small orchestra, juga untuk teater dan choir dll.  Karena itu area panggung dengan ukuran 10 x 20 m di rancang hidup/live dengan difusitas yang baik.

Auditorium SAAT MAlang, Tampak Depan

Plafon  dimanfaatkan untuk membantu mendistribusikan suara dari penampil/performer  ke audience. Semua permukaan dinding digunakan sebagai pemantul  untuk memperkaya suara di audience . Dengan demikian pemain teater, choir dan small orchestra  dapat tampil dengan baik di dalam ruangan yang berkapasitas 1550 tempat duduk  ini tanpa harus menggunakan sound system.

Auditorium SAAT MAlang, Tampak Samping

Dalam melakukan perancangan akustik, perhitungan dan simulasi parameter akustik  dibantu dengan  software akustik CATT dan EASE.

Simulasi akustik dengan bantuan software akustik EASE

Geometri Auditorium SAAT Malang pada software simulasi akustik CATT

Selain ruang Auditorium, pada Seminari Alkitab Asia Tenggara ini juga kita menangani ruangan ruangan akustik lainnya seperti Ruang Rehearsal, Ruang Recital, Ruang Recording dan Ruang latihan piano.Perancangan interior akustik di SAAT Malang ini dibawah bendera ESA Group, dikoordinir oleh Handy Wijaya dengan team Chandra J Dalimunthe, Ryan dan perancang interior Benny “Akanoma” Narkam.


4 Responses to “Architectural Acoustic “auditorium of southeast asia bible seminary” – malang”


  1. 1 Martuani
    Agustus 28, 2016 pukul 8:22 pm

    Salam kenal Pak,
    Saya sedang membangun gereja. Ruang ibadah berukuran 17m x 8m. Plafon direncanakan melengkung dr samping (tinggi 4m) dengan puncak di garis tengah ruangan (tinggi 6m), satu level dr depan ke belakang. Bisa minta tip praktis agar akustik di dalam ruangan bisa seoptimal mungkin?

    Terimakasih
    Martuani

  2. 2 chandrajd
    Agustus 28, 2016 pukul 8:53 pm

    Salam kenal mas,
    Mungkin perlu ditentukan parameter akustik yang akan dicapai. Misalnya waktu dengung ruangan, untuk menentukan kriteria waktu dengung tergantung apakah gerejanya karismatik atau Katolik. Dari situ baru bisa ditentukan treatment apa yang diperlukan.
    Mungkin yang bisa kami tambahkan, pada plafon melengkung, diameternya harus ditentukan sedemikian rupa agar tidak sampai terjadi cacat akustik berupa pemusatan bunyi pada posisi jemaat.
    Demikian yang bisa kami sampaikan dengan keterbatasan informasi yang ada.
    Salam

  3. 3 Martuani
    Agustus 28, 2016 pukul 9:15 pm

    trrimakasih respons nya mas. Gerejanya tradisional Protestan, mohon infonya berapa waktu dengung ruangan yang sesuai? Apakah ada rumus sederhana untuk menghindari cacat akustik? Info lainnya: karena ukuran ruangan yg tidak terlalu besar, kursi diatur dalam satu level ketinggian yg sama

    Terimakasih
    Martuani

  4. 4 chandrajd
    Agustus 31, 2016 pukul 8:41 pm

    Mas Martuani,
    Untuk gereja Protestan dengan volumenya seperti yang disebutkan bisa ditargetkan pada waktu dengung sekitar 1.1detik.
    Selain menghindari focusing oleh plafon yang melengkung, dinding belakang coba ditreatment dengan kombinasi absorber dan difuser
    Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori


%d blogger menyukai ini: