20
Feb
09

GSJA “Betlehem” – Bogor (ii)

Architectural Acoustics – Perancangan Interior Akustik Gereja. Selain Ruang Kebaktian Utama yang diperuntukkan untuk umum, Gereja GSJA “Betlehem” juga mempunyai ruang kebaktian anak anak/remaja dan sekolah minggu. Untuk perancangan dan pembangunan ruangan ini pihak gereja  meminta bantuan dari konsultan akustik.

akustik-gereja-gsja-betlehem_kebaktian-remaja

Tahap pembangunan ini berselang sekitar tiga tahun dari pembangunan ruang kebaktian Utama di lantai 2 dan 3, terdiri dari 12 ruangan untuk sekolah minggu, 2 ruangan untuk lansia, lobby dan ruang kebaktian anak anak/remaja yang semua berada pada lantai satu.

Ruang kebaktian anak anak/remaja ini dirancang agak live . Mempunyai luas 406 m, sewaktu waktu bisa dibagi menjadi tiga ruangan, berada persis di bawah ruang kebaktian utama, sehingga harus diantisipasi perambatan bising dari lantai atas baik berupa airborn noise maupun structureborn noise mengingat aktifitas di lantai atas menggunakan sound system yang cukup besar dan juga kemungkinan adanya hentakan hentakan pada lanati atas untuk event event tertentu. Demikian juga antisipasi perambatan suara dari ruang kebaktian remaja ke semua ruang kelas yang berada di sekelilingnya.

Tantangan lain adalah bentuk ruangan yang kurang menguntungkan dengan ketinggian terbatas, sehingga tidak memungkinkan mengarahkan suara pantulan dari panggung dengan merata sampai ke audience paling belakang. Untuk membantu distribusi suara dan menjaga agar tidak terjadi flatter maka plafon dan dinding dibuat bergelombang  dengan proporsi tertentu sebagai reflektor.

Untuk mengantisipasi pantulan tidak menguntungkan dari sound system, pada area tertentu digunakan absorber. Pada ruangan ini tidak ada modul khusus untuk menyerap frekuensi rendah karena dinding samping sudah mempunnyai rongga untuk menyimpan partisi lipat pembatas ruangan. Partisi ini  sudah diperhitungkan akan menjadi bass absorber.

Pada area panggung, terdiri dari modul modul absorber , diffusor dan reflektor.

partisi-koridor-kebaktian-remaja

Partisi dinding sebenarnya sudah cukup memadai untuk mengantisipasi perambatan suara keluar ruangan. Akan tetapi kelemahan kekedapan suaranya terletak pada pintu yang harus bisa dibuka kedalam untuk keleluasaan ruangan, dan harus bisa dibuka keluar untuk keadaan darurat sehingga pintu tidak mempunyai skoneng(?) pada kusenyang biasanya merupakan tempat peletakan gasket yang baik.

Simulasi akustik kami lakukan dengan menggunakan software EASE. Interior dirancang dengan apik dengan warna warna ceria oleh rekan saya G Prasetyo A dari Prodi Desain Interior ITB dan sound system ditangani rekan Alexander dari ESA, dibawah bendera AcETS Indonesia.

lobby-gereja-gsja-bethlehem


6 Responses to “GSJA “Betlehem” – Bogor (ii)”


  1. 1 edo
    Maret 10, 2009 pukul 11:34 pm

    saya ingin tanyakan bagaimana prosedur untuk membuat perencanaan suatu bangunanan seperti convension hall yang hanya diperuntukan hanya untuk konser music dan taraian.
    Terimakasih mohon tanggapan dan pencerahaannya

  2. 2 chandrajd
    Mei 1, 2009 pukul 8:05 pm

    Pak Edo,

    Kalau yang dimaksud pak Edo sebagai konser music adalah semacam Concert Hall, biasanya ruangan dibuat live (waktu dengung tinggi). Panggung juga dirancang live dengan tingkat difusitas yang memadai sehingga performer bisa salling memantau satu sama lain dengan baik.
    Plafon dan dinding dirancang sedemikian rupa sehingga dapat membantu menyebarkan suara dari panggung ke audiense secara langsung tanpa harus mengandalkan pengeras suara.

    Demikian, kalau belum jelas silahkan pak Edo menghubungi saya lewat japri

    Salam

  3. Desember 15, 2009 pukul 1:24 am

    Luar biasa GSJA Betlehem kemuliaan bagi Tuhan

  4. 4 PDT JEMY PONDAAG
    Agustus 7, 2011 pukul 12:00 pm

    KOK RIKY ,KAMI TEMAN DARI KALIMANTAN TENGAH GSJA

  5. Agustus 7, 2011 pukul 12:09 pm

    KMI LAGI DLM PERINTISAN GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH KMI SANGAT PERLUH BANTU DALAM DOA DARI BAPAK PDT SETEMPAT

  6. 6 Ira m s
    November 20, 2014 pukul 5:55 pm

    Sngat bagus dr arsitek gedung hnya kdisiplinan waktu dlm ibadah masih kurang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori


%d blogger menyukai ini: