08
Jan
09

GSJA “Betlehem” – Bogor (I)

Perencanaan dalam bidang akustik ruang atau architectural acoustic contohnya adalah perancangan kondisi akustik dan sound system di tempat ibadah seperti Gereja GSJA “Betlehem” Bogor.

akustik-gereja-_1

Ruang Kebaktian utama Gereja Sidang Jemaat Allah “Betlehem” -Bogor ini, mempunyai volume sekitar 3170 m3, dirancang dengan kapasitas 1500 kursi dengan menggunakan kursi theater (implementasinya menggunakan kursia biasa dengan kapasitas 1750 kursi). Luas lantai utama sekitar 960m2 ditambah luas balkon sekitar 260 m2.

GSJA Bethlehem Bogor terdiri dari 4 lantai dan dibangun secara bertahap. Ruang Kebaktian Utama berada pada sebagian lantai 3 dan lantai 4. Konstruksi Ruang Kebaktian Utama masuk di dalam Tahap I Pembangunan, sementara perancangan interior dan pembangunan interior akustik dan sound system-nya masuk dalam Tahap II Pembangunan.
Keterlibatan saya dalam perancangan Ruang Kebaktian Utama GSJA “Betlehem” ini dimulai dari pra konsep sampai pembangunan. Pada tahap perencanaan dan pra konsep sampai konstruksi bangunan saya bergabung dengan BnH Groups.

akustik-gereja21

Pada tahap perancangan dan pelaksanaan pembangunan Interior akustik Ruang Kebaktian Utama, saya bergabung dengan groups saya yang lain yakni AcETS Indonesia (Acoustic Engineering and Training Services Indonesia) dengan Interior desainer nya adalah bapak G Prasetiyo Adytama dari Departmen Interior Desain, ITB.
Pergantian kepanitaan pada internal GSJA sedikit banyaknya memberikan perubahan konsep akustik ruangannya. Pada awal perancangan tahap I, sempat tercetus keinginan ruangan akan dibuat live sehingga suara langsung dari panggung dapat tersebar secara alami ke sebagian besar audiens. Akan tetapi pada perancangan tahap II muncul keinginan untuk menggunakan tata suara yang cukup besar pada penampilan band gerejawi dan singer, sedangkan performer yang membutuhkan kondisi akustik yang live seperti perkusi tradisional masih tetap ada pada event event tertentu. Kedua kegiatan ini memerlukan kondisi akustik ruangan yang sama sekali berbeda, sehingga disepakati perancangan kondisi akustiknya diambil titik tengah dengan kecenderungan pada penggunaan tata suara yang besar.
Kebutuhan panggung yang live diakomodir dengan merancang plafond melekung dengan orientasi tertentu yang dapat membantu penyebaran suara sampai ke jemaat paling belakang. Sementara sisi sisi panggung sebagian di-difuse dengan menggunakan difusor QRD dan sebagian lagi di serap. Bagian tengah panggung dibuat memantul dan sedikit difuse. Dinding samping yang secara arsitektural sudah sangat mendukung penyebaran suara dan menghindari adanya flutter dimanfaatkan juga untuk penempatan bass absorber sebagai tambahan bass absorber yang ada pada bagian bawah sekeliling ruangan. Ini untuk mengantisipasi sound system dengan power yang besar. Waktu dengung ruangan rata rata sekitar 1.2 detik.

caat-gereja-gsja-small1

Gambar geometri ruangan pada software simulasi akustik CATT

Pada saat perancangan kondisi akustik ruangan kebaktian utama ini , sound system yang akan digunakan belum diputuskan oleh pihak gereja. Team 108 (singapura) sebagai konsultan sound system menawarkan 4 alternatif, salah satunya menggunakan system line array . Pengadaan tata suara/sound system yang permanent baru terlaksana 3 tahun setelah interior ruangan selesai. Tata suara/sound system menggunakan line array Adamson. Ruangan Kebaktian Utama GSJA ini merupakan pengguna line array Ademson yang pertama di kawasan Asia Tenggara.


3 Responses to “GSJA “Betlehem” – Bogor (I)”


  1. November 20, 2008 pukul 4:31 pm

    SEMOGA ‘SETIAP’ JEMAAT DIBERKATI tidak dikarenakan gedung dan fasilitasnya tapi PENGURAPAN dari ALLAH BAPA di SURGA.

    Mari kita beri yang terbaik dari hidup kita …

    DISELAMATKAN UNTUK MENYELAMATKAN

  2. 2 Robin
    Maret 2, 2009 pukul 2:33 am

    Selamat pagi ,
    Perkenalkan saya robin mahasiswa teknik fisika ITS surabaya, saat ini saya berada di semester akhir dan tugas akhir saya mengenai : optimasi desain interior untuk peningkatan akustik ruang : studi kasus gedung gereja GKI ressud sby.
    saya mengalami kesulitan tentang nilai standart / rekomnedasi tentang RT mid ; EDT ; D50 ; C50 ; TS mid untuk karakter speech dan music pada bangunan gereja??
    Untuk diketahui bangunan gereja tempat saya penelitian ini menyerupai concert hall / auditorium. Apakah saya bisa menggunakan nilai standart untuk auditorium untuk membandingkan hasil olahan data yang saya peroleh nantinya ???
    Mohon penjelasannya
    Sekian dan Terima kasih!!
    GBU

  3. 3 chandrajd
    Mei 1, 2009 pukul 8:10 pm

    Hallo mas Robi…

    Kalau tidak salah sudah jelas melalui japri ya….
    Maaf respon disini lambat, karena email dari wordpress semua masuk ke folder Spam saya.

    GBU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori


%d blogger menyukai ini: