09
Nov
08

Industrial Noise

anjungan2

Industrial Noise – Noise Study – Noise Survey – Noise Mapping.  Mengacu pada regulasi untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Indonesia (PP No. 3 1975) dan regulasi ACGIH untuk occupational noise, pada area industri ditetapkan batas tingkat paparan bising yang boleh diterima pekerja untuk 8 jam kerja per hari adalah Leq 85 dBA dan setiap penambahan tingkat paparan bising sebesar 3 dB dari batas standar, maka jam kerja yang diperbolehkan berkurang menjadi setengah dari waktu yang semula. Selain itu ada juga regulasi dari OSHA yang menetapkan tingkat paparan bising Leq 90 dBA untuk 8 jam kerja per hari dengan pengurangan menjadi setengah dari waktu kerja yang diizinkan apabila terjadi kenaikan tingkat paparan bising setiap 5 dB.

Pada kasus kebisingan lingkungan karena dampak penjalaran bising dari suatu plant, Menteri Lingkungan Hidup menetapkan standar kebisingan lingkungan, sebagaimana yang tertuang pada SK Menteri Negara Lingkungan Hidup, No. KEP – 48/MENLH/11/1996, dengan tingkat bising 55 dBA pada daerah lingkungan perumahan dan 70 dBA pada lingkungan industri.

Untuk itu diperlukan strategi dan perencanaan yang tepat dari pihak managemen suatu industri untuk memenuhi aspek kesehatan dan keselamatan pekerjanya disamping aspek ekonominya.

Berkaitan dengan hal diatas, ada beberapa hal yang biasanya dilakukan seperti;
noise-study-_chandra-j-dalimunthe-12Studi Kebisingan (Noise Study)
Dalam perancangan suatu plant perlu dilakukan studi kebisingan untuk mensimulasikan/memprediksi distribusi kebisingan pada semua area kerja di plant dan membuat perhitungan perkiraan tingkat paparan bising yang akan diterima oleh pekerja nantinya. Simulasi ini berdasarkan lay out dan data data kebisingan dari peralatan yang diusulkan pada tahap perancangan pabrik. Selain menghasilkan peta kebisingan (noise mapping), pada tahap ini juga bisa diketahui langkah langkah pengendalian bising yang perlu dilakukan sebelum implementasi.

chandra-at-field1Noise Survey
Noise survey dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat bising pada suatu plant. Dari noise survey inti bisa diperoleh peta kebisingan (noise mapping) serta tingkat paparan bising yang diterima oleh pekerja sehingga pihak managemen bisa menentukan langkah langkah berikutnya dalam membuat strategi dan perencanaan yang diperlukan. Noise Survey juga dilakukan untuk memastikan distribusi suara/mem-verifikasi tingkat bising dari suatu plant apakah sesuai atau tidak dengan rancangan berdasarkan data data dari vendor peralatan.

Hal lain yang berkaitan dengan kebisingan industri ini adalah pengendalian bising dan pembuatan software akustik yang akan dijabarkan pada bagian lain.


0 Responses to “Industrial Noise”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Kategori


%d blogger menyukai ini: